fresh menu leftfresh menu right

News & Events

Campaign Box


Home NEWS & EVENTS Membangun Kembali Karakter Bangsa untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Membangun Kembali Karakter Bangsa untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Go Green! Semangat yang digaungkan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pajajaran Bandung, cukup mengingatkan urgensi perubahan ke arah sadar lingkungan. Tulisan berikut ini merupakan hasil studi untuk presentasi yang dibawakan ars86care dalam acara talk show Go Green akhir Mei 2008 yang lalu.


Mencari cara menghadapi Global Warming

Membicarakan masalah Go green tidak bisa lepas dari Global Warming, Climate Change, Carbon Emission, yang bukan lagi hanya wacana. Kita sendiri yang secara langsung mengalami dampaknya dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Strategi apa yang bisa kita lakukan? Ada baiknya kita belajar dari 3 negara maju Amerika, Jerman dan Jepang. Kalau boleh, kita belajar dari kesalahan mereka. Time magazine special environment issue berjudul How to win the war on global warming, mengupas bagaimana Amerika, Jerman dan Jepang mengatasi problem dunia saat ini. Sejauh mana peran teknologi dalam memberikan solusi? Apa yang menjadi ciri khas dari ketiga Negara terkemuka dunia dalam perang terhadap Global Warming? Bagaimana dengan Negara kita tercinta Indonesia?

Belajar dari Amerika

Patut dicatat sebelumnya bahwa pertama, Amerika memproduksi sekitar 25% dari produksi gas efek rumah kaca dunia per tahunnya. Kedua, pada saat 174 negara mendukung Kyoto Protokol yang diantaranya komit untuk mengurangi carbon levels, sementara Amerika sampai saat ini belum juga berminat bergabung.

Amerika menghadapi dilema antara kepentingan environmentalist melawan industrialist. Environmentalist dengan wish list nya yang dinilai naive versus industrialist yang hanya menginginkan sedikit perubahan untuk perbaikan demi profit. Apa strategi Amerika? Tindakan apa yang dilakukan?

Pertama-tama, Amerika menghargai udara dalam bentuk memberi harga pada udara. Mereka membuat CAP and TRADE System, dimana dibuat batas carbon output pada industri. Industri yang carbon outputnya dibawah limit, dapat menjual selisihnya kepada industri lain yang melampaui batas carbon output.

Langkah berikutnya, dalam bentuk ENERGY BY THE SIP. Dimana Amerika mempropagandakan Efisiensi masal sebagai prioritas utama, yaitu langkah penghematan masal penggunaan energi yang berasal dari fosil fuel, atau minyak tanah dalam kegiatan sehari-hari. Mulai dari mematikan lampu di malam hari, merendahkan suhu alat pemanas (heater) pada saat musim dingin, dan seterusnya. Selanjutnya, Amerika juga melakukan banyak studi untuk penemuan penemuan baru, INVENT, INVENT and INVENT. Pada hakekatnya, Amerika mencoba me-redesign hubungan antara manusia dengan alam dan energi. Beberapa penemuan terkini diantaranya:

ACCIONA: Acciona adalah alat yang menggunakan panas matahari untuk memanaskan minyak sintetik yang dapat menjalankan turbin saat tidak ada angin. Alat ini lebih murah dan efisien dari solar power atau sumber energi matahari. Dimana solar power menggunakan panas matahari untuk sumber energi.

FINAVERA RENEWABLES: Finavera renewables mengolah kekuatan gelombang air laut sebagai sumber energi. Dapat dibayangkan bahwa kekuatan gelombang air laut merupakan sumber yang tidak akan habis.

PETROALGAE: Petroalgae mengolah Biofuel dari ganggang laut.HYCRETE: Hycrete membuat advance waterproof concrete (campuran beton tahan air) dengan keunggulan mengurangi jumlah nonrenewable waste (limbah yang tidak dapat diolah kembali) dan limbah beracun dalam proses konstruksi.

Belajar dari Jerman

Orang Jerman mengurangi emisi green house gas tanpa mengorbankan profit. Bagaimana caranya? Sejak dulu, orang Jerman memang sudah dikenal sebagai orang-orang yang sangat EFISIEN. Pelajaran keras yang dihadapi orang Eropa adalah saat meledaknya sumber energi nuklir CHERNOBYL di Ukraina. Setelah itu, Jerman menjadi sangat berhati-hati pada saat mengambil keputusan, dan EFISIENSI merupakan pertimbangan utamanya.

Sebagai contoh, Gedung Parlemen Jerman didesain dengan sangat berhati-hati dan menunjukan awareness yang tinggi terhadap efisiensi dalam bentuk:

1. Desain bangunan dengan memanfaatkan CAHAYA ALAMI dan VENTILASI UDARA ALAMI semaksimal mungkin.2. Penggunaan BIO FUEL generators untuk listrik dan pemanas (yang digunakan saat musim dingin) 3. Penggunaan teknologi VACUM TUBES yang memanfaatkan kembali ekses panas dan ekses dingin yang disimpan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan.Pemerintah Jerman menunjukkan awareness yang tinggi pula terhadap eco friendly living dalam bentuk Political Will. Pertama, pemerintah Jerman memberlakukan ECO tax yang signifikan dalam bahan bakar minyak. Kedua, produsen harus membayar sesuai dengan ukuran packaging yang mereka ciptakan termasuk hingga pengelolaan limbahnya. Yang ketiga, pemerintah mensubsidi penggunaan SOLAR PANEL untuk sumber energi. Salah satu contoh proyek sukses program climate change nasional Jerman dalam bentuk RENEWABLE ENERGY SOURCES LAW, dimana pemerintah mensubsidi bisnis biogas perorangan yang memproduksi energi dari sumber yang renewable dan memperbolehkan mereka menjual energi yang dihasilkan kepada masyarakat sekelilingnya. Bio gas sebagai sumber energi ini juga dijadikan bagian yang terintegrated dengan sistem sumber energi keseluruhan. Bio gas dijadikan cadangan dari SOLAR ENERGY ketika matahari tidak muncul. Bio gas juga dijadikan cadangan dari TURBIN ENERGY ketika angin tidak muncul. Pertimbangannya, penyimpanan gas lebih murah daripada penyimpanan listrik.

Pada saat ini, Jerman memiliki era dimana GENERATION GREEN memegang peranan penting dalam masyarakatnya. Environmentalist memegang peranan penting dalam perpolitikan Jerman. Selain kepemimpinan dipegang oleh environmentalist, konservasi lingkungan sudah merupakan bagian yang menyatu dalam kebudayaan Jerman.

Belajar dari Jepang

Pada saat ini, Environmentally consciousness merupakan trend dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari di Jepang. Jepang juga dikenal sebagai negara industri yang efisien terhadap energi. Salah satu pelajaran keras yang dialami Jepang adalah tersebarnya penyakit MINAMATA. 1748 orang korban meninggal akibat neurologi sindrom karena keracunan zat kimia merkuri dari limbah industri.

Konsep Nasional Jepang berbunyi: MOTTANAI yang artinya kurang lebih ALANGKAH BOROSNYA... Memberi kesadaran masyarakat untuk melakukan konservasi dan mendaur ulang barang sehari-hari. Lebih dari sekadar slogan, mottanai merupakan KONSEP MENTAL orang Jepang untuk menumbuhkan kembali keinginan untuk mencari kepuasan SPIRITUAL dan MENTAL.

BAGAIMANA DENGAN INDONESIA?

Belajar dari Amerika, Jerman dan Jepang, benang merah yang dapat ditarik adalah KEINGINAN MELAKUKAN PERUBAHAN kepada kehidupan yang lebih baik. Diperlukan studi yang komprehensif dan mendalam untuk membuat ukuran baik pada seseorang, apalagi ukuran baik pada suatu bangsa.

Berangkat dari KEINGINAN MELAKUKAN PERUBAHAN, langkah apa yang bisa dilakukan?

*

Merubah paradigma berpikir, mindset dan lifestyle yang lebih efektif dan efisien
*

Menemukan kembali Karakter Bangsa dengan belajar dari kearifan lokal yang kaya dari Sabang sampai Merauke
*

Mengingat kembali bahwa Indonesia adalah masyarakat yang menjunjung tinggi KEIMANAN, sehingga apapun pilihan kita untuk melakukan tindakan selalu dilandasi oleh standar etika yang tinggi karena kesadaran bahwa Tuhan ada, mengamati dan menilai tindakan kita.

Langkah yang lebih nyata? Mulai perubahan dari diri sendiri saat ini juga. Dengan mengingat perubahan besar dimulai dari perubahan kecil, perubahan masal dimulai dari perubahan individu. Secara gradual, tindakan yang bisa dilakukan bisa dimulai dari:

EDUCATE YOURSELF, cari informasi untuk hidup ramah lingkungan atau lebih GO GREEN. Baca artikel tentang lingkungan di media, buku-buku. Kalau terbiasa jalan pintas, dalam tanda kutip di google in, dengan key words: eco living, environment friendly, going green, green living, 3R (reduce, reuse, recycle), kita akan mendapatkan banyak materi dan bahkan link materi dengan topik yang sama lainnya dari seluruh dunia. Langkah kedua,

CHANGE YOURSELF: lakukan perubahan dimulai dari hal-hal yang paling sederhana, dimulai dari apa yang bisa kita lakukan dirumah kita sendiri seperti: matikan lampu saat tidak diperlukan, kurangi penggunaan kantong kresek, buang sampah ditempatnya, dan 101 cara lainnya dari A sampai Z. Langkah selanjutnya,

DO SOMETHING! Lakukan sesuatu untuk memperbaiki tempat tinggal dan lingkungan kita. Dari hal yang paling sederhana, murah, dan gampang dilakukan. Jadi contoh untuk orang-orang di sekeliling kita, be inspired. Perubahan kecil akan berlanjut ke perubahan yang lebih besar dengan jangkauan yang lebih luas menuju kebaikan.

Salah satu langkah yang dilakukan ars86care dimulai dari: membangun kesadaran publik untuk peduli terhadap perilaku kita terhadap lingkungan tempat kita hidup. Dalam bentuk buku anak-anak seri Kotaku. Dalam buku pertama berjudul Tentang Jalan dan Sirkulasi, ars86care mengajak anak-anak untuk memilih perilaku yang baik di atas perilaku pilihan lainnya dalam kegiatan sehari-hari di tempat tinggalnya, di daerah perkotaan. Lebih jauh lagi, ars86care juga mengajak anak-anak untuk sadar lingkungan. Semangat ini akan terus digaungkan dalam buku-buku selanjutnya yang berjudul: Tentang Rumah, Tentang Taman Bermain, dan seterusnya.

Pada akhirnya, adalah merupakan pekerjaan rumah yang harus kita lakukan bersama untuk: Membangun Kembali Karakter Bangsa untuk Masa Depan yang Lebih Baik. [mw]

 

 
Banner
Banner

Our Address

Mailing Address :

 

Jl. H. Namin No. 35pav, Cipete

Jakarta 12150

Tel / Fax +62 21 721 1819

 

Email Address :

 

contact@ars86care.org




Copyright ARS86CARE.org.