|
Juili 2009 - sekelompok peminat pendidikan, anak-anak dan lingkungan, berkumpul di Gedung Serbaguna Universitas Katolik Parahyangan - Bandung, berdiskusi mengenai Ruang Bermain Anak [Kota], dalam rangka penyususnan buku anak-anak berjudul Tentang Ruang Bermain , dan buku ke-3 dari serial buku Kotaku, yang berfokus kepada panduan perilaku anak untuk bersikap ramah lingkungan. Mengapa ruang bermain anak perlu dibahas ?
Kalau ada medianya, barangkali anak-anak kota sudah berteriak menuntut ruang bermain yang nyaman, aman, dekat dengan tempat tinggalnya dan bebas biaya. Sayangnya, anak menjadi prioritas ke sekian dalam penentuan tata ruang kota. Faktor ekonomi sampai saat ini masih menjadi push factor yang dominan, terlihat dari maraknya mega proyek pusat perbelanjaan, bangunan kantor, dan fasilitas yang memiliki ”nilai jual”. Jika dipahami lebih jauh, justru fasilitas ruang bermain memiliki nilai yang lebih tinggi karena membantu membentuk karakter manusia yang lebih menghargai pertemanan dan pertamanan (baca: lingkungan). Taman-taman kota yang menjanjikan ruang beraktivitas untuk penghuninya, merupakan lokasi potensial untuk ruang bermain anak.
Sekali lagi, sayangnya, seringkali anak di kota dikategorikan sebagai user yang ke sekian sehingga kebutuhannya akan ruang bermain yang layak jarang dan bahkan tidak terpenuhi. Bermain merupakan aktivitas yang penting untuk anak-anak dalam pembentukan karakternya. Secara psikologis, aktivitas bermain melatih ketrampilan daya motorik kasar maupun halus dari anak, sehingga perkembangannya menjadi utuh. Karena itu, ruang bermain memiliki nilai yang tinggi dalam menampung wadah aktivitas bermain anak. Pada ruang bermain, anak bisa mengekspresikan dirinya, dan juga berteman dengan anak-anak lain. Social value pada anak ditumbuhkan dalam aktivitas bermain bersama yang diwadahi oleh fasilitas ruang bermain. Ruang Bermain merupakan tema yang diadopsi oleh ars86care dalam kegiatannya membangun kesadaran publik untuk menghargai dan mencintai lingkungan.
Berbentuk media edukatif untuk anak dalam berperilaku terhadap lingkungannya, alternatif ruang bermain di kota akan digambarkan masing-masing dengan keunikannya tersendiri yang memiliki tuntutan perilaku yang spesifik pula. Social value menjadi pesan yang penting pada buku yang akan disusun, karena pada ruang bermain, anak-anak berinteraksi sebagai mahluk sosial, baik dengan teman sebayanya maupun orang dewasa.
Workshop ini menampung ide dan input yang komprehensif untuk mengenali Ruang Bermain Anak-anak di kota dan perilaku yang diharapkan pada ruang bermain anak-anak. Secara garis besar materi yang dibahas mencakup:
1. Interpretasi Ruang Bermain: definisi, wujud fisik, makna 2. Tipologi Ruang Bermain 3. Bentuk Ruang Bermain yang ideal: persyaratan teknis, kriteria, target 4. Social Value
Buku 3 Tentang Ruang Bermain saat ini sedang dalam tahap penyusunan, dan rencananya akan terbit pada kuartal I tahun 2010 ini.
|